CONTOHTEKS
   

Sejarah Pengamatan Planet Venus

 

CONTOHTEKS.NET – Planet Venus dikenal pula dengan julukan “bintang fajar” atau “bintang senja“. Julukan yang diberikan kepada planet Venus sendiri bukan tanpa alasan. Sejak zaman dahulu kala, peradaban-peradaban kuno telah mengenal planet Venus sebagai “bintang fajar” dan “bintang senja”, yang menunjukkan pemahaman bahwa keduanya merupakan objek yang berbeda. Namun, prasasti Ammisaduqa yang berasal dari tahun 1581 SM menunjukkan bahwa peradaban Babilonia menganggap keduanya sebagai objek yang sama dengan sebutan “ratu langit yang terang” dan mampu membuktikannya dengan pengamatan-pengamatan yang terperinci.
Sementara itu, bangsa Yunani mengira keduanya merupakan bintang yang berbeda dan menamainya “Phosphorus” dan “Hesperus“. Keadaan ini terus berlanjut hingga masa Pythagoras pada abad ke-6 SM. Bangsa Romawi pun tak mau kalah dan memberi julukan kepada planet Venus sebagai”bintang fajar” atau “Lucifer” yang artinya “pembaca cahaya”, dan “bintang senja” atau “Vesper“. Kedua julukan dari bangsa Romawi yang diberikan kepada planet Venus itu merupakan terjemahan harfiah dari nama julukan yang diberikan oleh bangsa Yunani sebelumnya.
SEJARAH PENGAMATAN PLANET VENUS

BACA:  Karakteristik Daerah Masyarakat Papua

Tidak banyak hal baru mengenai planet Venus yang ditemukan hingga abad ke-20. Kenampakannya tidak memberi petunjuk mengenai bentuk permukaan. Namun setelah dikembangkannya spektroskopi, radar, dan ultraviolet, rahasia-rahasia planet Venus mulai terkuak, seperti:

BACA:  Kebudayaan pada Zaman Paleolithikum di Indonesia

Artikel ini dikunjungi dengan topik . Baca juga artikel menarik lainnya kitab suci agama hinduteks analogi adalahgambar artikel kesatuan dan kesatuan disekolahcontoh laporan informalsyarat berdirinya suatu negaraperbedaan fototaksis positif dengan negatifnama sunan yang penyebaran agamanya menggunakan metode wayang dam GendingBeruang madumahal mana besi atau alumunium untuk penghantar magnetteks analogib indonesia adalah.