CONTOHTEKS
   

Sistem Transportasi pada Tumbuhan

 

CONTOHTEKS.NET – Tumbuhan merupakan mahluk hidup yang nampak tidak memiliki alat gerak seperti halnya tangan dan kaki pada manusia dan hewan. Tetapi sebenarnya tumbuhan memiliki organ-organ pembentuk mereka yang sangat kompleks. Ada beberapa tumbuhan yang sudah sepenuhnya berkembang menjadi tumbuhan lengkap yang memiliki daun, akar, batang, bunga dan buah. Ada juga tumbuh-tumbuhan yang tidak memiliki beberapa organ-organ tersebut. Namun, di setiap tumbuhan tersebut pasti ada jaringan pengangkut terpenting.

 

Jaringan pengangkut merupakan salah satu dari 3 kelompok jaringan permanen yang dimiliki tumbuhan hijau berpembuluh (Tracheophyta). Jaringan ini disebut juga pembuluh dan berfungsi utama sebagai saluran utama transportasi zat-zat hara yang diperlukan dalam proses vital tumbuhan. Berdasarkan aliran zat hara, jaringan pengangkut terpenting pada tumbuhan terbagi atas 2, yaitu:

  1. Xylem disebut juga pembuluh kayu. Fungsinya untuk mengangkut cairan menuju daun. Sumbernya dapat berasal dari akar (yang utama) maupun dari bagian lain tumbuhan.
  2. Floem disebut juga pembuluh tapis. Fungsinya untuk mengangkut hasil fotosintesis (terutama gula sukrosa) dan zat-zat lain dari daun menuju bagian-bagian tubuh tumbuhan yang lain.
BACA:  Apa yang Dimaksud Garis-Garis Gaya Magnet?

Xylem dan Floem merupakan jaringan transportasi pada tumbuhan yang bertugas untuk mengangkut air dan mineral. Pada tahap awal, air dan mineral akan diserap oleh akar kemudian akan diangkut oleh Xylem ke bagian batang dan daun tumbuhan. Zat makanan yang sudah dibuat di daun akan di angkut oleh floem ke bagian tubuh tumbuhan yang memerlukan zat makanan. Xylem dan Floem merupakan jaringan pengangkut yang salurannya terpisah. Xylem yang berada di akar akan bersambung dengan Xylem yang berada di batang dan daun. Begitu juga Floem akan bersambung ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Transportasi pada tumbuhan melalui Xylem

Air dan garam mineral akan diangkut ke daun melalui pembuluh kayu (xylem). Sistem transportasi/pengangkutan zat pada tumbuhan melalui xylem dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Pengangkutan intravaskuler, yaitu pengangkutan melalui berkas pembuluh pengangkut.
  2. Pengangkutan ekstravaskuler, yaitu pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh pengangkut. Pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel dan biasanya dengan arah horizontal. Proses pengangkutan ini di dalam akar melalui:
BACA:  Kesuburan Tanah dan Potensi Ekonomi Sumber Daya Lahan

Bulu akar –> Epidermis –> Korteks –> Endodermis –> Xylem

Komponen utama penyusun Xylem terdiri dari:

Transportasi pada tumbuhan melalui Floem

Air dan zat terlarut yang diserap akar diangkut menuju daun akan dipergunakan sebagai bahan fotosintesis yang hasilnya berupa zat gula/amilum/pati. Pengangkutan hasil fotosintesis berupa larutan melalui Floem secara vaskuler ke seluruh bagian tubuh disebut translokasi. Untuk membuktikan adanya pengangkutan hasil fotosintesis melewati Floem, maka dapat dilihat pada proses pencangkokan, dimana batang yang telah kehilangan kulit (Floem), akan mengalami hambatan pengangkutan akibat terjadinya timbunan makanan yang dapat memacu munculnya akar apabila bagian batang yang terkelupas kulitnya tertutup tanah yang selalu basah. Selain itu, beberapa tumbuhan menyimpan hasil fotosintesis pada akarnya atau batangnya.

BACA:  Jelaskan Sejarah Perumusan Sumpah Pemuda

Komponen utama penyusum Floem terdiri dari:

Hal yang mempengaruhi proses transportasi pada tumbuhan

Proses transportasi/pengangkutan air dan zat-zat terlarut hingga sampai ke daun pada tumbuhan dipengaruhi oleh:

Artikel ini dikunjungi dengan topik . Baca juga artikel menarik lainnya penyakit yg bs disebbkn oleh bilu kucing pd anak dn balitaPanduan identifikasi identifikasi partisipasi keluarga dalam pengambilan keputusa dalam pelayanantuliskan pendapat kalian ttg solusi untuk mengatasi masalah kelangkaan batu bara tersebutperbedaan negara serikat dan perserikatan negaramasukan kritik dan saran untuk salutDiantara walisanga ada yang berdakwah menggunakan media gamelan kulit nama wali tersebut adalah.