CONTOHTEKS
 

Tahapan Perkembangan Metamorfosis pada Insecta

 

CONTOHTEKS.NET – Insecta yang berasal dari bahasa latin, yaitu insectum sebenarnya diambil pula dari sebuah kata serapan Yunani, yaitu entomon yang artinya “terpotong menjadi beberapa bagian”. Dalam taksonomi, insecta yang disebut juga serangga dalam bahasa Indonesia termasuk dalam kelas avertebrata dan filum arthropoda dengan ciri-ciri antara lain:

Serangga termasuk salah satu kelompok hewan yang paling beragam, mencakup lebih dari satu juta spesies dan menggambarkan lebih dari setengah organisme hidup yang telah diketahui. Jumlah spesies yang masih ada diperkirakan antara 6 hingga 10 juta dan berpotensi mewakili lebih dari 90% bentuk kehidupan hewan yang berbeda-beda di bumi. Serangga dapat ditemukan di hampir semua lingkungan, meskipun hanya sejumlah kecil yang hidup di lautan, suatu habitat yang didominasi oleh kelompok arthropoda lain, yaitu chrustacea.

Metamorfosis pada Serangga

 

Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan diferensiasi sel yang secara radikal berbeda. Beberapa jenis serangga mengalami proses metamorfosis yang biasanya disertai dengan perubahan habitat atau kelakuan.

BACA:  Sebutkan dan Jelaskan Unsur-Unsur Pokok Dalam Membuat Pola Batik?

Metamorfosis pada serangga biasanya terjadi pada fase berbeda-beda, dimulai dari larva atau nimfa, kadang-kadang melewati fase pupa, dan berakhir sebagai imago dewasa. Ada 2 macam metamorfosis utama pada serangga, yaitu:

1) Hemimetabola 

Fase spesies yang belum dewasa pada metamorfosis biasanya disebut larva atau nimfa. Tapi pada metamorfosis kompleks pada kebanyakan spesies serangga, hanya fase pertama yang disebut larva atau nimfa. Pada hemimetabolisme, perkembangan nimfa berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan pergantian kulit, dimana fase ini disebut instar. Hemimetabola juga dikenal dengan metamorfosis tidak sempurna. Contoh metamorfosis jenis ini terjadi pada capung, belalang, dan jangkrik.

Penjelasan Hemimetabola:

BACA:  Bagaimana Perkembangan Organisme Bersel Satu?

2) Holometabola

Pada holometabola, larva sangat berbeda dengan dewasanya. Serangga yang melakukan holometabola melalui fase larva, kemudian memasuki fase tidak aktif yang disebut pupa atau chrysalis, dan akhirnya menjadi dewasa (imago). Holometabola juga dikenal dengan metamorfosis sempurna. Sementara di dalam pupa, serangga akan mengeluarkan cairan pencernaan, untuk menghancurkan tubuh larva, menyisakan sebagian sel saja. Sebagian sel itu kemudian akan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari hancuran tubuh larva. Contoh metamorfosis jenis ini terjadi pada kupu-kupu.

Penjelasan Holometabola:

BACA:  Dinamika Penduduk dan Faktor yang Mempengaruhinya

Lama serangga menghabiskan waktunya pada fase dewasa atau pada fase remajanya tergantung pada spesies serangga itu. Misalnya mayfly yang hanya hidup pada fase dewasa hanya 1 hari, dan cicada, yang fase remajanya hidup di bawah tanah selama 13 hingga 17 tahun. Kedua spesies ini melakukan metamorfosis tidak sempurna.