CONTOHTEKS
   

Globalisasi dalam Bidang Budaya dan Contohnya

 

Jika disadari, aspek – aspek kejiwaan dalam hal globalisasi di bidang budaya adalah menjadi sangat penting untuk diperhatikan tanpa disadari, bahwa tingkah laku seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh apa – apa saja yang ada di dalam alam pikiran orang bersangkutan.

 

Nantinya akan merupakan salah satu hasil penemuan dari pemikiran seseorang tentang ragam budaya seperti bidang kesenian yang merupakan sub sistem dari kebudayaan itu sendiri.

Globalisasi memiliki pengaruh yang sangat besar hampir menyelimuti segala aspek yang ada di dalam kehidupan suatu masyarakat termasuk dari aspek budaya.

Sebuah kebudayaan dapat diartikan sebagai sekumpulan nilai – nilai yang dianut oleh suatu masyarakat atau persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat di dalamnya terhadap beragam hal.

Nilai – nilai ataupun persepsi yang berhubungan dengan segi aspek – aspek psikologis atau masalah kejiwaan merupakan pembahasan lebih lanjut mengenai apa – apa saja yang terselip di dalam alam pikiran.

Globalisasi Budaya dan Contohnya

Berikut adalah beberapa fenomena globalisasi budaya dan contohnya agar mudah Anda pahami.

Peningkatan imigrasi

Di Indonesia hampir setiap tahun dikunjungi oleh jutaan turis asing guna beberapa keperluan sehingga ini bukan lagi menjadi sesuatu yang aneh bagi masyarakat Indonesia.

Turis asing dari mancanegara tersebut berkunjung sambil membawa serta budaya mereka dari negara masing – masing namun kita sebagai warga yang baik wajib melakukan penyaringan terhadap beragam budaya luar yang masuk ke dalam.

Pengaruh mode luar negeri

Dengan banyaknya masuk mode – mode dari luar negeri ke Indonesia saat ini memberikan indikasi adanya pengaruh mode luar negeri yang sangat besar.

Kebudayaan nasional yang mulai tersingkirkan

Contoh ketiga dari globalisasi budaya yang sangat disayangkan sekali adalah mulai lunturnya kebudayaan – kebudayaan asli dari Indonesia, beberapa masyarakat Indonesia sudah mempunyai kecenderungan lebih menyukai budaya – budaya asing yang lebih terbuka dan mudah untuk dipelajari.

BACA:  Pengertian Kreatif, Ciri dan Aspek-Aspek Kreatifitas

Adanya pertukaran budaya

Pertukaran budaya bisa menjadi satu hal yang bersifat positif bagi masyarakat Indonesia dalam hubungannya dengan globalisasi yaitu adanya pertukaran budaya antara Indonesia terhadap negara – negara lain. Ini semakin meningkatkan eksistensi kebudayaan Indonesia di mata dunia.

Dampak Globalisasi dalam Bidang Budaya

Secara umum globalisasi budaya bisa memberikan dampak positif maupun dampak negatif. Nah, di bawah ini kami akan jelaskan tentang 2 dampak globalisasi dalam bidang budaya antara lain sebagai berikut :

DAMPAK POSITIF

Kemudahan di dalam pertukaran budaya internasional

Pemicu dalam pertukaran budaya di negara – negara seluruh dunia adalah karena adanya kemajuan teknologi dan pendidikan di zaman globalisasi ini.

Sehingga saat ini kita bisa mempelajari tentang kebudayaan dari seluruh dunia hanya melalui media sosial seperti internet tanpa harus dengan sengaja pergi ke luar negeri.

Dengan mudahnya mengakses untuk melakukan perjalanan ke luar negeri maka lama – kelamaan bisa menjadi pemicunya contohnya adalah turis mancanegara berkunjung ke Indonesia dengan membawa serta budaya dan seni dari negara – negara asalnya.

Turis – turis ini secara tidak langsung dapat memperkenalkan budaya dan keseniannya kepada masyarakat di Indonesia dan apabila budaya dan kesenian tersebut dianggap cocok dengan mereka maka bisa memicu munculnya akulturasi budaya.

Sering menggelar pertukaran pelajar dalam dunia pendidikan dapat menjadi media pertukaran yang bersifat mendunia (taraf internasional).

Para pelajar yang mendapatkan kesempatan ini keluar negeri dapat mengajarkan budaya atau kesenian dari negara asal kepada rekan – rekannya. Sekaligus menyediakan waktu luang guna mempelajari kebudayaan dan kesenian dari negara – negara lain.

Hal – hal seperti inilah yang dapat memunculkan dampak ‘melek’ kebudayaan bagi masing – masing pelajar di dalamnya yang bisa menumbuhkan sebuah sikap toleran antar sesama pelajar. Sikap toleran akan menciptakan rasa solidaritas tinggi antar bangsa di mancanegara.

Menjunjung tinggi pelaksanaan HAM

Di zaman globalisasi ini dibutuhkan pemikiran masyarakat yang maju akan mampu membuka pikiran terhadap keperdulian akan kasus – kasus kekerasan hak asasi manusia / HAM pada berbagai belahan dunia seperti kasus kekerasan yang sering terjadi di negara – negara Afrika.

BACA:  Pengertian Kreatif, Ciri dan Aspek-Aspek Kreatifitas

Di samping itu beragam konflik yang melanda Bumi dan isinya yang berlatarbelakang adanya perebutan wilayah dan sumber daya alam yang menjadi pemicu rasa peduli dalam hal kemanusiaan. Karena konflik – konflik tersebut akan memakan korban jiwa yang cukup besar.

Maka dari itu hal tersebut di atas diharapkan akan mendorong munculnya solidaritas untuk seluruh dunia guna mewujudkan adanya pengakuan HAM bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia tanpa terkecuali. Ini bisa dilakukan di negara – negara maju ataupun negara yang sedang berkembang.

Globalisasi hadir untuk menghubungkan kepentingan antar bangsa dan negara – negara di seluruh dunia untuk mengarah kepada suatu pola tata kehidupan yang baru berlandaskan atas cita – cita yaitu tercapainya sebuah perdamaian dunia. 

Semakin berkembangnya dunia pariwisata

Globalisasi dalam hal yang dimaksud adalah bisa menyumbangkan dampak positif untuk perkembangan dunia wisata karena pengaruh kemajuan teknologi di bidang kepariwisataan yang dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk melakukan promosi dengan murah, cepat, dan mudah.

Adapun beberapa promosi yang sudah terlaksana adalah yang memiliki basis teknologi diharapkan mampu memberikan ketertarikan terhadap para wisatawan dalam jumlah besar.

Sasarannya adalah wisatawan dalam negeri dan dari mancanegara. Perkembangan yang ada akan menyebabkan masyarakat di dalamnya sadar terhadap kebesaran potensi wisata yang terpendam di daerahnya masing – masing.

Di Indonesia sendiri warga masyarakatnya yang secara kebetulan tinggal di sekitar daerah wisata biasanya akan membentuk kelompok – kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang memiliki fungsi sebagai media untuk mengelola dan menjaga tempat pariwisata yang dimaksudkan.

Masyarakat bersangkutan diharapkan sadar bahwa pariwisata dapat menjadi penunjang ekonomi bahkan dapat menambah pendapatan negara.

DAMPAK NEGATIF

Munculnya sikap – sikap individualisme, konsumtif dan matrealisme

Globalisasi yang memiliki pengaruh di bidang sosial budaya akan memicu munculnya berbagai sikap buruk di dalam diri manusia seperti sikap – sikap individualisme, konsumtif, dan matrealisme.

Adanya perkembangan zaman dapat memicu manusia untuk lebih giat bekerja keras agar dapat mengumpulkan uang sebanyak mungkin guna bertahan hidup.

Inilah yang memicu munculnya sikap – sikap individualisme bagi masing – masing orang. Jika dibiarkan berlarut – larut maka sikap ini dapat menghilangkan semangat bergotong – royong dan sifat kekeluargaan yang biasanya dimiliki oleh manusia sebagai seorang makhluk sosial.

BACA:  Pengertian Kreatif, Ciri dan Aspek-Aspek Kreatifitas

Sedangkan sikap – sikap konsumtif dan matrealisme sebagai akibat pengaruh luar bisa merugikan manusia itu sendiri maka akibatnya adalah manusia hanya akan bisa mementingkan segala hal dari sisi keuntungannya saja.   

Menyebabkan pudarnya nilai – nilai terhadap budaya lokal

Pengaruh budaya luar yang hadir di suatu negara bisa memberikan pengaruh buruk yang menyebabkan nilai – nilai budaya lokal di negara tersebut menjadi pudar.

Misalnya saja yang ada hubungannya dengan tata karma dan sopan santun menjadi dasar dari nilai budaya di Indonesia.

Saat ini sudah mulai ditemukan sudah disisihkan dalam pergaulan oleh sekelompok pemuda – pemudi bangsa karena pengaruh budaya barat yang gencar meracuni pemuda – pemudi bangsa.

Di samping itu akibat adanya globalisasi bidang sosial budaya, beberapa baju – baju adat yang berfungsi sebagai ciri khas suku bangsa di Pulau Jawa sudah mulai jarang dikenakan karena dianggap kuno dan tidak menarik lagi.

Sedangkan pemuda – pemudi masa kini cenderung lebih suka mengikuti fashion dari artis yang dikagumi atau busana masa kini yang sedang tren.

Adanya kerusakan moral masyarakat

Dengan adanya media sosial seperti internet dan televisi yang bisa dengan mudah diakses oleh semua orang ternyata memiliki pengaruh buruk dari luar yang sering ditonton oleh semua kelompok usia dalam suatu masyarakat dengan mudah diakses bisa mempengaruhi mereka yang melihatnya.

Contohnya adalah di era yang serba modern ini sudah mulai ditemukan gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar meniru gaya hidup orang barat padahal gaya hidup tersebut tidak semua sesuai dengan norma – norma di dalam masyarakat.

Beberapa orang di Indonesia mulai meniru gaya budaya barat contohnya adalah adanya seks bebas, narkoba dan alkohol. Jika dibiarkan begitu saja tentu akan sangat merugikan bagi mereka dan negara.

Pemuda bangsa saat ini wajib memberikan perhatian khusus karena kemajuan zaman bisa memicu dampak negatif yaitu bisa merusak moral masyarakat di dalamnya.

****

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang globalisasi dalam bidang budaya dan contohnya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Artikel ini dikunjungi dengan topik . Baca juga artikel menarik lainnya apa pengertian dari globalisasiHadis tentang menutup aurat riwayat abu daud (4017)dan lainya dengan sanad yang hasanBunyi Hadits tentang menutup aurat dari( HR-ABU DAWUD DAN SANAD YANG HASAN Pakai bahasa latinkitab suci agama hindumahal mana besi atau alumunium untuk penghantar magnet.