CONTOHTEKS
 

Lensa dan Jenisnya

 

CONTOHTEKS.NET – Dalam pelajaran fisika, lensa cembung dan lensa cekung pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Keduanya adalah bagian dari jenis – jenis lensa.

Pengertian Lensa

 

Dilansir dari wikipedia, lensa atau sering disebut kanta adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau menyebarkan cahaya, biasanya dibentuk dari sepotong gelas yang dibentuk. Alat sejenis digunakan dengan jenis lain dari radiasi elektromagnetik juga disebut lensa, misalnya, sebuah lensa gelombang mikro dapat dibuat dari “paraffin wax”.

Awalnya lensa atau Kanta tercatat berasal dari Yunani Kuno, dimana sebuah kanta cembung digunakan untuk memfokuskan cahaya matahari untuk menciptakan api.

Lensa biasanya digunakan pada mikroskop dan kamera.

Jenis Lensa

Lensa terbagi atau 2 jenis, yaitu lensa cembung dan lensa cekung.

Pengertian Lensa Cembung dan Lensa Cekung

1. Lensa cembung

Lensa cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu lensa bikonveks (cembung rangkap), lensa plankonveks (cembung datar) dan lensa konkaf konveks (cembung cekung).

BACA:  Pengertian Oviduk dan Fungsinya

Lensa cembung disebut juga lensa positif. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya (konvergen). Jari-jari kelengkungan lensa cembung bernilai positif.

Ciri-ciri lensa cembung yaitu :

Sinar istimewa pada lensa cembung yaitu

2. Lensa Cekung

Pada lensa cekung terdapat 3 macam bentuk yaitu lensa bikonkaf (cekung rangkap), lensa plankonfaf (cekung datar) dan lensa konveks konkaf (cekung cembung).

Lensa cekung disebut juga lensa negatif. Lensa cekung memiliki sifat dapat menyebarkan cahaya (divergen).

Ciri-ciri lensa cekung yaitu :

Sinar istimewa pada lensa cekung yaitu

BACA:  Organ Tubuh pada Manusia

Selain kedua jenis lensa di atas, masih ada jenis lensa lainnya seperti yang dilansir dari wikipedia yaitu:

1. Lensa tipis

Lensa tipis (en: thin lens) adalah sebuah lensa dengan ketebalan yang sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai jarak fokusnya.

2. Lensa asperis

Lensa asperis (en: aspheric lens, asphere) yang mempunyai bidang antarmuka dengan kelengkungan bidang yang bukan merupakan bidang permukaan bola. Sebuah lensa asperis dapat mengurangi aberasi speris atau aberasi optis lainnya, atau menggantikan kinerja beberapa jajaran lensa.

3. Lensa aksikon

Lensa aksikon (en: axicon lens) adalah lensa dengan bidang antarmuka berbentuk kerucut. Lensa aksikon akan memproyeksikan sebuah titik menjadi garis sepanjang sumbu optis, dan mengubah sinar laser menjadi bentuk cincin.[2] Lensa ini dapat dipergunakan untuk mengubah sorot Gauss menjadi seperti sorot Besseldengan efek difraksi yang sangat kecil.

BACA:  Proses Perubahan Tulang Rawan menjadi Tulang Keras

4. Lensa Fresnel

Lensa Fresnel adalah sebuah lensa yang dikembangkan oleh seorang fisikawan berkebangsaan Perancis, Augustin Jean Fresnel untuk aplikasi pada mercusuar. Konstruksi lensa didesain dengan panjang fokus yang pendek, jarak fokus tak terhingga dan tebal lensa yang sangat tipis jika dibandingkan dengan lensa konvensional, agar dapat melewatkan lebih banyak cahaya sehingga lampu mercusuar dapat terlihat dari jarak yang lebih jauh.

5.  Lensa fotokromik

Lensa fotokromik (en: photochromic lens) adalah lensa yang menjadi gelap saat terpajan (terpapar) sinar ultraviolet. Lensa perlahan kembali menjadi jernih seiring sirnanya pajanan sinar UV tersebut.

6. Lensa silindris

Lensa silindris adalah sebuah lensa yang membiaskan sinar cahaya yang merambat melalui mediumnya hingga terfokus pada sebuah garis, bukan pada sebuah titik seperti pada umumnya lensa cembung.

7. Lensa komposit

Lensa komposit adalah jajaran beberapa lensa yang disusun sedemikian rupa untuk memberikan efek sinar cahaya tertentu. Lensa komposit dapat terdiri dari dua buah lensa tunggal atau lebih.