CONTOHTEKS
 

Tipe-tipe Plastida

 

CONTOHTEKS.NET – Sebuah tumbuhan memiliki plastida. Plastida adalah organel di dalam sel tumbuhan yang bersifat hidup. Pada umumnya, plastida terdapat pada sel-sel tumbuhan yang masih muda. Letak plastida terdapat di dalam sitoplasma, dan di luar inti sel (nukleus). Pada sitoplasma, plastida itu berup organel yang tersebar pada sel tumbuhan dan terlihat jelas di bawah mikroskop sederhana.  

Plastida adalah organel sel yang bermembran ganda yang ditemukan pada sel tumbuhan dan beberapa alga yang utamanya bertanggung jawab terhadap aktivitas seperti pembuatan energi dan pembuatan makanan serta penyimpanan makanan. Hampir semua plastida mampu melakukan fotosintesis, akan tetapi beberapa spesialisasi plastida tidak mampu berfotosintesis. Plastida memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi, dimana pada sel-sel tumbuhan berbunga biasanya plastida berbentuk piringan kecil bikonveks.

Tipe-tipe Plastida

 

1. Kloroplas

Kloroplas merupakan plastida yang bertanggung jawab terhadap fotosintesis tumbuhan dan kebanyakan alga. Adapun ciri-cirinya, yaitu:

BACA:  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

2. Kromoplas

Kromoplas merupakan hasil perubahan kloroplas yang disebabkan adanya penyimpanan pigmen pigmen warna dalam kloroplas salah satunya adalah karotenoid. Hal inilah yang menyebabkan kita dapat melihat warna yang berbeda-beda dari daun-daunan maupun buah-buahan.

Salah satu fungsi plastida ini adalah untuk menarik serangga serangga untuk membantu penyerbukan. Menurut Camara B, Hugueney, kromoplas dan bahkan plastida jenis lainnya merupakan turunan atau evolusi dari prokariot. Kromoplas dapat ditemukan pada buah-buahan, bunga-bungaan, dan akar serta pada daun yang mengalami stress (tekanan) dan penuaan, dan bertanggung jawab terhadap perbedaan warna pada tumbuhan. DNA yang ada dalam kloroplas dan kromoplas identik kecuali pada bagian terjadinya peningkatan metilasi sitosin.

3. Gerontoplas

Gerontoplas merupakan plastida yang berasal dari kloroplas, akan tetapi mengalami proses penuaan diakibatkan tidak terjadinya fotosintesis pada bagian tersebut. Hal ini disebabkan adanya gangguan pada daun tumbuhan atau lokasi kloroplas tersebut sehingga tidak mampu lagi melakukan fotosintesis.

BACA:  Apa yang Dimaksud Dengan Menstruasi?

4. Leukoplas

Leukoplas adalah plastida yang tidak berpigmen. Tidak seperti plastida lain yang tadi disebutkan, plastida yang satu ini tidak memiliki pigmen warna. Mereka ditemukan dalam bagian tumbuhan yang tidak melakukan fotosintesis seperti akar. Tergantung pada jenis tumbuhannya dan apa yang dibutuhkannya, plastida leukoplas memiliki fungsi utama dalam penyimpanan amilum, lemak (lipid) dan protein. Selain itu, plastida leukoplas juga berfungsi dalam sintesis asam amino dan asam lemak.

Leukoplas terbagi atas 3 jenis plastida, yaitu:

  1. Amiloplas merupakan plastida leukoplas yang terbesar dari leukoplas lainnya. Plastida jenis amiloplas ini bertanggung jawab terhadap penyimpanan amilum.
  2. Proteinoplas merupakan plastida yang berperan dalam penyimpanan protein dan utamanya ditemukan dalam biji tumbuhan.
  3. Elaioplas merupakan plastida yang berfungsi dalam menyimpan lemak dan minyak yang dibutuhkan oleh tumbuhan, utamanya terdapat dalam biji tumbuhan.
BACA:  5 Macam Pendekatan Keruangan dalam Geografi