CONTOHTEKS
 

Teks Ekposisi Kegiatan di Bulan Ramadhan

 

Kita sudah tidak asing lagi dengan teks eksposisi. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita secara tidak sadar membaca tulisan yang di dalamnya terkandung teks atau pragraf eksposisi.

 

Namun sudahkan kamu tahu dengan benar apa itu teks eksposisi? Nah, berikut kami sajikan beberapa uraian mengenai definisi, pengertian, ciri, struktur dan tujuan pembuatan teks eksposisi beserta contohnya.

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah jenis teks yang memiliki fungsi menyampaikan gagasan-gagasan berupa pemikiran tentang suatu topik.

Teks eksposisi memuat sisi positif atau negatif saja, tidak keduanya. Secara umum, teks eksposisi bersifat ilmiah atau dapat dikatakan non-fiksi.

Tujuan Teks Eksposisi

Secara umum sebuah teks eksposisis bertujuan untuk menjelaskan informasi tertentu agar bisa menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Apa yang membedakan teks eksposisi dengan jens teks lainnya? Pada teks eksposisi, ada beberapa hal yang menjadi ciri khas, yaitu:

Struktur Teks Eksposisi

Sebuah teks eksposisi mengandung setidaknya 4 struktur utama, yaitu judul, pernyataan umum (tesis), argumentasi (alasan) dan penegasan ulang pendapat (simpulan).

BACA:  Apa yang Dimaksud Latar Cerita?

Jenis-jenis Teks Eksposisi

Ada banyak jenis teks eksposisi yang sering dijumpai. Diantaranya adalah:

Contoh Teks Eksposisi

Salah satu contoh teks eksposisi adalah yang memuat pendapat atau opini mengenai sisi positif dari Puasa di Bulan Ramadhan. Berikut adalah contoh teks eksposisi kegiatan di bulan Ramadhan.

Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan 

Puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu bagian dari rukun Islam yang wajib dijalankan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Ramadhan adalah bulan yang berkah. Dimana pada bulan ini, kita diberikan pelatihan dan pengaturan diri untuk menahan nafsu. Tidak hanya nafsu makan saja, tapi juga nafsu yang lain.

Kebaikan yang didapatkan dari pelajaran selama bulan puasa Ramadhan antara lain kita harus bisa mengatur asupan makanan, disiplin dalam segala hal dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Tentu saja, hal ini sangat bermanfaat bagi kehidupan orang tersebut.

Tidak hanya sebagai jalan ibadah, berpuasa selama bulan Ramadan ternyata juga memiliki banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah.

Berikut ini manfaat puasa di bulan Ramadhan:

  1. Baik Bagi Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah. Ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL. Perlu diketahui bahwa HDL merupakan kolesterol baik, sedangkan LDL merupakan kolesterol jahat. Peningkatan HDL dan penurunan LDL menurut penelitian sangat baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
  2. Psikologi Yang Tenang Untuk Mencegah Penyakit Kronis. Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan amarah. Dengan menahan amarah, kita akan menjadi lebih sabar dan tenang. Secara psikologis keadaan ini dapat membantu penurunan kadar adrenalin dalam tubuh sehingga baik untuk mencegah penyakit kronis. Seperti mencegah pembentukan kolesterol, mengurangi resiko penyakit pembuluh darah, jantung koroner, stroke, dan lain-lain.
  3. Pola Pikir yang Lebih Tajam & Kreatif. Puasa di bulan Ramadhan dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat. Namun, uniknya menurut penelitian ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Jika ditinjau dari segi insting, masalah rasa lapar adalah masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih tajam dan kreatif.
  4. Mengurangi Kegemukan. Secara ilmiah berpuasa juga berdampak pada penurunan berat badan. Hal ini dikarenakan seseorang yang berpuasa akan mengurangi asupan makanan walaupun terus melakukan aktivitas. Sehingga jumlah asupan akan lebih sedikit dari pengeluaran energi yang dapat menyebabkan penurunan berat badan. Selain itu, dengan berpuasa usus-usus dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa endapan makanan yang bila berlebihan akan menjadi lemak di perut. Selain itu berpuasa juga memperbaiki sistem pencernaan kita, sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar.
  5. Pencegah & Penyembuh Penyakit Mental.  Di dalam otak terdapat fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel yang disebut dengan neuroglial cells. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan dimakan oleh sel-sel ini. Hal ini akan berdampak pula pada mental seseorang.
  6. Kekebalan Tubuh Yang Meningkat. Puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang, alih-alih membuatnya lemas dan gampang sakit. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seorang berpuasa maka akan terjadi peningkatan limfosit sampai dengan 10 kali lipat dalam tubuhnya yang dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas tubuh.
  7. Sehat Bagi Ginjal. Puasa di bulan Ramadhan juga sehat bagi ginjal manusia. Hal ini dikarenakan fungsi ginjal akan maksimal bila kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan satu-satunya cara adalah dengan mengurangi asupan air yaitu ketika berpuasa. Hal ini sangat baik bagi orang-orang yang ingin menjaga kesehatan ginjalnya sejak dini atau bahkan sedang dalam proses mengobati gangguan ginjal.
  8. Pencegah Diabetes & Kelebihan Zat Gizi Lainnya. Saat berpuasa, konsumsi makanan akan sangat terbatas. Seseorang dapat mengatur makanan apa saja yang akan dikonsumsi saat berbuka puasa dan juga sahur. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengurangi konsumsi gula dan makanan berlemak yang akan berdampak baik bagi kembalinya keseimbangan kadar gula dan kolesterol tersebut.

Oleh karena itu, berpuasa di bulan Ramadhan sangatlah banyak manfaatnya terutama untuk kesehatan. Kita bisa mencegah penyakit-penyakit dan menjadikan tubuh lebih sehat secara alami dengan melakukan puasa di bulan Ramadhan.